Benci
kawan, kau lihatlah
seonggok benci yang terserak disana sini
disudut mata tiap orang yang kautemui
kata orang, negri kita ini santun
seribu senyum kan kau dapat
itu dulu
saat televisi belum benar benar menjadi ratu
dan kini,
seribu curiga menjadi kerling mata
takut akan bayang yang dibuat angan
setiap detik begitu mengerikan
adalah pembunuhan, perampokan penipuan menjadi dunia nyata kita
atau,
mungkin itu mimpi yang kita cipta sendiri
yang muncul dari kebusukan hati