Benci
kawan, kau lihatlah
seonggok benci yang terserak disana sini
disudut mata tiap orang yang kautemui
kata orang, negri kita ini santun
seribu senyum kan kau dapat
itu dulu
saat televisi belum benar benar menjadi ratu
dan kini,
seribu curiga menjadi kerling mata
takut akan bayang yang dibuat angan
setiap detik begitu mengerikan
adalah pembunuhan, perampokan penipuan menjadi dunia nyata kita
atau,
mungkin itu mimpi yang kita cipta sendiri
yang muncul dari kebusukan hati
Pacarku sadis sekali
belum sempat aku bilang cinta
kamu bilang
putus !
katanya cinta butuh pengorbanan
aku korbankan diriku
kamu bilang
bodoh !
aku harus bagaimana ??
katanya cinta itu buta
tapi mataku meliatmu begitu indah
katanya cinta itu bahagia
tapi kok kamu bikin susah
katanya cinta itu nikmat
tapi kamu malah bikin mumet
cintaku ini bagaimana
kok semuanya jadi rumit
terus,..
aku ini bagaimana
belum punya pacar tapi bilang cinta
lalu,…
aku harus bagaimana ??
sajak cinta
Untukmu
Malam ini aku benar benar lelah
setelah seharian
menunggumu dalam sepi
bayangmu yang kudapat
semakin lama meredup
tenggelam bersama sinar senja
Pernah kubilang
bersamamu adalah puisi
yang membisukan kata kata
cukup kerling matamu
sebagai ganti
kita sudah saling mengerti
lalu sama sama menunduk
entah apa yang ada dibenakmu
tapi yang jelas
aku semakin cinta
puisi raya buat adik
Dik…….
Matahari itu masih seperti matahai kita yang dulu
Yang slalu tersenyum di pagi Raya
mengawasi kita
yang selalu ribut berebut kue tetangga
sepulang sholat ied
Dik……
waktu itu kau pamerkan padaku
” Kak, lihat aku punya uang baru “
pecahan ratusan yang baru keluar dari bank
waktu itu kau pamerkan padaku
” Kak, lihat aku beli silver queen “
baunya memang sedap menggiurkan
waktu itu kau pamerkan padaku
” Kak, aku tadi naik dokar “
walaupun cuma sebentar
Bah, kamu memang banyak pamer……
item.. kecil.. dan cerewet.
Tapi kadang kadang bikin kangen.
Dik….
Lahir batin ya………………
Maapin luar dalem…..
Arafah
Labbaika allohuma laka labbaik
Labbaika la syarika laka labbaik
Hati yang membatupun akan menangis
Saat itu,
KeagunganMu begitu menjelma
Membelai mesra hati kami
Yang telah lama beku
Ya, Rob
Lama kami tergelincir
Di Kubangan dunia
Dan baru kemaren kami sedar
Betapa mesranya diriMu
Yang selalu menanti kami dengan sabar
Agar segera kembali
memapaki jalan lurus yang telah Engkau gelar
Labbaika allohuma laka labbaik
Labbaika la syarika laka labbaik
Ribuan hamba penuhi panggilanMu
Di padang Arafah
ketika Engkau turunkan hujan buat kami
Kami pun sadar
Betapa cintaMu begitu dalam
Labbaika allohuma laka labbaik
Labbaika la syarika laka labbaik
Di padang Arafah
ketika ribuan hamba memohon rohmahMU
Ya Rohman Ya Rohim
turunkan juga
RohmahMu untuk kami
Ramadan
Hilal itu datang lagi, setelah lama kita tinggalkan tanpa makna
seperti tahun kemaren…..
Dan dia sekarang datang lagi, tapi kita masih tenggelam dalam kenikmatan
Entah sampai kapan.
Hilal itu datang lagi, dan kita masih tertawa…. seperti tahun kemaren
Kita slalu lupa untuk menyiapkan diri
Hilal itu datang lagi, seperti janjiNya yang slalu terulang
Kita kan keluar seperti bayi
Tapi kita tlah dewasa,…. terlalu malu untuk menjadi lugu
Terlalu enggan untuk terlahir kembali
Dan hilal itu datang lagi
Tapi hati sekeras batu masih belum mau untuk leleh
Hilal itu datang lagi, seperti halnya FirmaNya yang slalu kita ulang
” Belum sampaikah waktunya bagi orang yang beriman
untuk tunduk hatinya dan khusyuk dalam dzikir mengingat Allah “
terlalu sexy
Bibirmu yang tipis itu bikin aku gemes
apalagi
lidah lancip merah jambu yang sering kau pamerkan
gigi kecil berbaris rapi
agak lancip
bulu mata yang begitu lentik
apalagi sorot matamu
tajam
menembus hati
kau memang anggun
semuanya serba pas
langkahmu
goyangmu
pokoknya pas.
suaramu yang manja
terdengar begitu renyah di telinga
ah, sayang…
kamu cuma seekor kucing